Articles by "Artikel Perikanan"
Tampilkan postingan dengan label Artikel Perikanan. Tampilkan semua postingan

Tanah yang sangat subur dan banyak digunakan atau dimanfaatkan untuk menanam adalah tanah yang baik da banyak menjadi incaran, apalagi bagi mereka yang hobi dalam menanam tanaman, meskipun tidak semua tanaman harus di tanam di tanah yang subur, tetapi pasti akan lebih baik hasilnya jika di tanam pada tanah yang subur, dan tanah subur inilah yang disebut dengan tanah humus. Tanah humus sudah tidak asing lagi di telinga, beda ketika dahulu membahas mengenai beberapa manfaat tanah seperti manfaat tanah latasol, , dan Manfaat Tanah Organosol, tentu tanah-tanah itu masih terdengar asing, namun jika mengenai manfaat tanah kapur dan manfaat tanah humus sudah di pastikan tidak akan asing di telinga, untuk itu langsung saja membahas ciri-ciri dan manfaat tanah humus.

Ciri-ciri Tanah Humus
Memiliki warna gelap pada lapisan tanah

Sering kali ketika lewat di tanah-tanah yang ada di perkebunan sering ditemukan tanah yang berwarna agak gelap dan terletak pada lapisan paling luar tanah, tanah inilah yang disebut dengan tanah humus, tanah humus biasanya berwarna agak gelap ketimbang tanah yang lainnya sehingga sedikit mudah untuk di tandai tanahnya, selain itu keberadaan tanah humus pun dapat dengan mudah di tandai keberadaannya. 

Memiliki daya serap yang tinggi

Selain memiliki ciri-ciri warna yang gelap tanah ini pun memiliki daya serap air yang tinggi, tanah ini dapat merasakan manfaat air yang baik sehingga memiliki daya serap air yang tinggi. 

Unsur yang terbentuk dari bagian tumbuhan yang membusuk

Biasanya jenis tanah ini keberadaanya berada diantara tanaman-tanaman yang memiliki daun atau ranting yang sudah lama tertimbun sehingga tanah itu bisa menjadi tanah yang subur tau tanah humus. Tanah humus terbentuk akibat adanya timbunan ranting ataupun daun yang berada di tanah yang membusuk sehingga tanah menjadi lebih subur sehingga Manfaat Tanah Subur dapat dirasakan.

Merupakan tanah yang sangat subur

Tanah humus memang merupakan tanah yang sangat subur, sehingga tanah ini sangat baik untuk di manfaatkan dalam menanam tanaman apapun. 

Terletak pada lapisan tanah paling atas

Karana terbentuk akibat pembusukan ranting dan dedaunan, maka tanah ini biasanya seirng ditemukan pada bagian lapisan teratas dari tanah, meskipun begitu, tanah ini tetapi merupakan tanah yang subur yang baik untuk kehidupan dan menompang daya hidup tanaman lebih lama.

Dapat meningkatkan kandungan unsur hara

Unsur hara pada tanah pun dapat ditinggkatkan karena keberadaan tanah humus ini, oleh sebab itu terkadang tanah ini dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti tanaman hias dengan cara mencampurkan tanah biasa dengan tanah humus ini, sehingga unsur hara pada tanah tersebut dapat berubah dengan baik, dan tanaman yang akan dihasilkan pun baik. 

Digunakan sebagai sumber energi dari jasad-jasad mikro

Tak berhenti pada mengubah dan meningkatkan unsur hara saja, tetapi ternyata tanah humus ini dapat digunakan untuk memberikan sumber energi dari beberapa jasad-jasad mikro yang berada di tanah. Pada wilayah musim yang beriklim tropis banyak di jumpai tanah ini

Ciri yang terakhir adalah tanah humus biasnaya dapat di jumpai atau banyak di jumpai di wilayah yang memiliki iklim yang tropis. 

Manfaat Tanah Humus
Merupakan makanan bagi tumbuhan

Tanah humus dapat diibaratkan sebagai makanan yang baik bagi tumbuhan, meskipun tidak begitu sebenarnya, tetapi memang dengan adanya tanah humus ini dapat menyebabkan tumbuhan menjadi lebih subur dan lebih besar, bila dalam bahasa manusia bisa menjadi lebih makmur, itulah sebabnya mengapa tanah humus sering disebut sebagai makanan tumbuhan. Karena tanah humus menjadi kan tumbuhan menjadi tumbuh dengan baik. 

Struktur pada tanah terjaga

Selain sebagai makanan tumbuhan, tanah humus ini memiliki fungsi protection yaitu menjaga tanah dan tumbuhan yang ada disekitarnya dari kekeringan, karena pada dasarnya tanah ini memiliki banyak mineral dan mudah menyerap air, sehingga akan menjaga tanah dan tumbuhan dari kekeringan, selain itu tanah humus pun mememili manfaat ganda, selain untuk perlindungan tanah humus dapat digunakan sebagai pupuk dalam tanaman. 

Sebagai pupuk

Pupuk alami adalah pupuk yang terjadi karena endapan atau pembusukan ranting dan juga dedaunan pada pohon atau dapat dikatakan Manfaat Sampah Organik. Dan hasil dari pembusukan ranting dan pohon itulah yang disebut dengan tanah humus. Sehingga tanah humus memang memiliki manfaat untuk dijadikan sebagai pupuk, terutama pupuk alami dalam kehidupan. Tanah humus terkadang tidak memerlukan pembentukan yang secara sengaja, biasanya tanah humus ini terjadi dengan tidak sengaja, dalam artian tanah humus ini terjadi secara alamiah tanpa di buat-buat. Biasanya tanah humus terdapat diantara temapat-tempat yang memiliki banyak pohon seperti kebun dan lain sebagainya. Kaerna pohon dan ranting serta daun pohonlah yang menyebabkan tanah menjadi tanah yang subur yang di artikan pula sebagai tanah humus. 

Menambah kandungan air pada tanah

Ciri-ciri dari tanah humus adalah mampu atau memiliki daya serap yang tinggi dari pada tanah yang lain, sehingga dengan menambahkan tanah humus biasanya akan membantu tanah yang berada di campuran tanah humus ini ikut mendapatkan air yang cukup karena tanah humus mampu memberikan serapa air yang baik pada tanah terutama pada tumbuhan. Sehingga dengan mencampurkan tanah humus atau menggunakan tanah humus dapat memiliki fungsi sebagai penambah kandungan air pada tanah. 

Sebagai bahan pengomposan

Meskipun ini terjadi secara alami, namun memang sejatinya tanah humus ini dapat dijadikan sebagai bahan pengomposan. Tanah ini biasanya di letakan pada bagian atas tanah. Misalnya ketika hendak menanam bunga atau tumbuhan lain di pot, biasanya diberikan terlebih dahulu tanah kemudian biji tanaman atau tanaman yang kecil, kemudian baru diberikan tanah humus di atasnya, hal ini agar tanah humus dapat bekerja lebih maksimal karena berada di permukaan dari tanah yang lainnya.
INFO TENTANG KESUBURAN TANAH

Tanpa disadari selama ini sebagian besar pelaku tani di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat kimia saja, yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : urea, TSP/SP36, KCL dan NPK secara terus menerus dengan dosis yang berlebihan.

Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah memiliki empat fungsi utama yaitu :

1. Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran
2. Menyediakan air dan sebagai tempat penampung (reservoir) air
3. Menyediakan udara untuk respirasi (pernafasan) akar
4. Sebagai media tumbuhan tanaman

Berdasarkan unsur penyusunannya, tanah dibedakan menjadi dua golongan, yaitu tanah mineral dan tanah organik.

1. PROFIL TANAH
Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu, dari penampang vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Di tanah hutan yang sudah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A, B dan C

Horison A atau Top Soil adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan.

Horison B disebut juga dengan zona penumpukan (illuvation zone). Horison ini memiliki bahan organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A.

Horison C adalah zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk.

Kegiatan pertanian umumnya berada pada horison A dan B.

2. WARNA TANAH
Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk, warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+.

3. TEKSTUR TANAH

Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu; Pasir, berukuran 50 mikron – 2 mm; Debu, berukuran 2 – 50 mikron dan Liat, berukuran dibawah 2 mikron.

Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah, tanah jenis ini memiliki aerasi(ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering.

Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap.

B. SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah.

Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen), pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.

Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium.

Ada 3 alasan utama nilai pH tanah sangat penting untuk diketahui :

  1.  Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.
  2. pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumanium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe, Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman.
  3. pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5 – 7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik
  4. Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.
Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6.5-7. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda


Habitat Ikan Lele
Habitat atau lingkungan hidup lele adalah air tawar. Meskipun air yang terbaik untuk memelihara lele ialah air sungai, air dari saluran irigasi, air tanah dari mata air, maupun air sumur, tetapi lele juga relatif tahan terhadap kondisiairyang menurut ukuran kehidupan ikan dinilaikurang baik. Sebagai contoh, lele dapat hidup subur di kolam penampungan air comberan maupun di sawah dengan air yang dangkalnya 5-10 cm saja, asalkan ada tempat-tempat untuk berlindung seperti kolong dari tumpukan batu-batu atau potongan pipa-pipa paralon.

Lele juga dapat hidup dengan padat penebaran tinggi maupun pada kolam yang kadar oksigennya rendah karena lele mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut labirin yang memungkinkan lele mengambil oksigen langsung dari udara untuk pernapasannya. Lele dapat dipelihara di berbagai jenis kolam dengan kualitas air yang tidak terlalu baik. Air comberan masih dapat dimanfaatkan untuk memelihara lele, asalkan tidak mengandung air sabun, deterjen, dan bahan- bahan berbahaya seperti sisa obat semprot serangga, karbol, atau kreolin. Apalagi limbah dari pabrik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti limbah pabrik tekstil tentu tidak mungkin digunakan untuk memelihara ikan termasuk lele. Air comberan yang boleh digunakan untuk memelihara lele hanya yang mengandung bahan-bahan organik seperti air cucian beras atau buangan sisa makanan dari dapur.

Perilaku Ikan Lele

Pada dasarnya lele disebut binatang nokturnal artinya bersifat aktif pada malam hari atau suasana gelap. Oleh karena itu, di siang hari lele lebih suka bersembunyi atau berlindung di balik benda-benda atau bebatuan didasar perairan. Berkaitan dengan sifat dan tingkah lakunya, memancing lele pada malam hari lebih berhasil daripada di siang hari karena lele aktif mencari makan pada waktu malam atau sesudah matahari terbenam. Cara menangkap lele pada siang hariadalah dengan meletakkan tabung-tabung dari bambu atau bahan lainnya di dasar kolam atau sawah kemudian lele digiring agar berkumpul di dalam tabung tersebut. Setelah penuh lele, tabung-tabung tersebut diangkat dan lele dipindahkan ke dalam wadah yang telah disediakan.


Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat sebab mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang usaha budidaya ikan bawalsangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat.Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia.Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Budidaya ikan bawal air tawar relatif mudah dilakukan. Pemijahan ikan bawal dapat dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup menggunakan kain hapa yang disimpan di dalam bak tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan dapat dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan dapat bertahan dengan yolksack yang dibawanya sampai 4 – 5 hari setelah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.

Cukup dengan pemberian 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah dapat dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan bawal relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui aliran air ke kolam. Pakan yang diberikan dapat beragam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan sampai biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menyebabkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.

Proses pendederan ikan bawal di kolam juga perlu diperhatikan agar tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, misalnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan dapat merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini dapat mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, seperti yang diyakini telah terjadi pada kasus lele dumbo yang mendesak relung lele organik lokal.