Articles by "Berkebun"
Tampilkan postingan dengan label Berkebun. Tampilkan semua postingan
PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN VANILI

Vanili(Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan sebagai pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong.

Tanaman vanili berasal dari daerah panili atau Perneli, Meksiko. Tanaman ini pertama kali dikenal oleh orang-orang indian di Meksiko tersebut.

Tanaman vanili tumbuh melekat pada pohon atau tonggak yang disediakan. Tanaman vanili memiliki batang sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak dan berbuku denganpanjang sekitar 15 cm. Daun tanaman vanili merupakan daun tunggal, letaknya berseling, berwarna hijau dengan bentuk daun bulat telur, lanset, atau jorong, pipih berdaging dengan ujung lancip. Bunga vanili tersusun bertandan dengan setiap tandan terdii atas 15-20 bunga.
  • Klasifikasi ilmiah
  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Orchidales
  • Famili: Orchidaceae
  • Genus: Vanilla
  • Spesies: Vanilla planifolia

Berikut ini adalah cara menanam tanaman vanili atau cara budidaya tanaman vanili.

Cara Budidaya Tanaman Vanili
Syarat Tumbuh

Tanaman vanili dapat tumbuh baik pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar 400-600 mdp, memiliki curah hujan sekitar 1500-2500 mm/tahun, memiliki suhu udara optimal sekitar 20-30 derajat celcius serta memiliki kelembaban udara sekitar 65%-75%. Tanah yang baik untuk menanam vanili adalah tanah yang gembur, lempung berpasir dan kaya bahan organik dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5-6,5.
Persiapan Bibit Tanaman Vanili

Bibit vanili dapat diperoleh dengan 2 caea yaitu cara generatif atau menggunakan biji dan cara vegetatif dengan stek. namun petanibanyak yang menggunakan bibit yang berasal dari stek.

Tanaman vanili yang akan dijadikan bibit adalah tanaman yang sehat, unggul, memiliki produktivitas yang tinggi serta toleran terhadap hama dan penyakit. Selanjutnya potong sulur batangnya sepanjang 30-35 cm untuk dijadikan bibit stek, batang tersebut dapat anda potong denganmenggunakan pisau atau cutter dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman indukan.

Setelah mendapatkan bibit selanjutnya bibit stek tersebut disemai dalam polybag tanam berukuran sekitar 25×40 cm yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1. Lakukan penyiraman secara rutin pada bibit sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari hingga bibit berumur sekitar 2-3 bulan.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk menanam vanili dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman penggangu lainnya. Selanjutnya gemburkan tanah lahan dengan cara dicangkuli atau dibajak.
Penanaman Pohon Pelindung atau Tiang Panjat

6-8 bulan sebelum penanaman tanaman vanili, lakukan penanaman pohon pelindung sebagai pelindung sekaligus sebagai mesia rambat tanaman vanili. Jika tidak ingin ribet anda dapat menggunakan media panjat berupa kayu sebagai tiang panjatnya.
Penanaman Tanaman Vanili

Buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 25 x 20 x 12 cm dengan jarak antar lubang sekitar 1 x 2 meter.

Setelah semuanya siap dan bibit telah berumur sekitar 6-7 bulan selanjutnya lakukan penanaman. Lepaskan polybag pada bibit tanaman vanili lalu letakkan dalam lubang tanam yang telah disiapkan lalu timbun kembali dan padatkan. Waktu penanaman yang baik yaitu pada awal musim penghujan.

Pemeliharaan Tanaman Vanili

Penyulaman

Sebelum tanaman berumur 2 minggu, lakukan penyulaman pada tanaman vanili yang tumbuh tidak optimal atau mati dengan tanaman yang baru agar tanamantumbuh seragam.

Penyiangan

Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman vanili agar nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan vanili tidak berebut dengan gulma tersebut. Sebaiknya penyiangan dilakukan dengan cara manual mengguanakan kored.

Pengaturan Sulur atau Perambatan

Agar sulur tumbuh ideal maka lakukan pengaturan sulur. Sulur yang sudah tua, kering dan terserang hama penyakit dipotong dengan menggunakan pisau atau cutter yaitu sebelum musim berbunga atau tepatnya 3-4 bulan dilakukan kegiatan pemotongan ujung sulur yang merangsang pembungaan.

Pemupukan

Lakukan pemupukan pada tanaman vanili sekali dalam setahun dengan menggunkan pupuk kandang ataupun pupuk NPK, Urea, TSP, atau KCL dengan dosis sesuai anjuran.

Penyerbukan Bunga Vanili

Penyerbukan bunga vanili dilakukan untuk menghasilkan buah vanili. Biasanya bunga vanili keluar psetelah berumur sekitar 1,5-3 tahun. Penyerbukan ini dapat dilakukan menggunakan bantuan alat seperti lidi atau batang kecil atau yang lainnya. Selanjutnya cari rostellum yang menghalangi putik dan kepala sari, jika sudah ketemu lalu ambil rostellum dan satukan putik dan kepala sarinya.

Pemanenan Vanili

Pemanenan buah vanili dapat dilakukan setelah berumur sekitar 7-8 bulan, setelah dilakukan penyerbukan bunga. Pemanenan vanili ini dapat dilakukan secara berkala selama 1-2 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah yang telah masak dengan menggunakan tangan lalu dimasukkan dalam wadah dan siap dilakukan sortir, pemeraman selama 1-2 hari, poengeringan dan selanjutnya dapat dikemas dan dijual.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/dampak-buruk-yang-ditimbulkan.html

Pupuk terbagi dua jenis yaitu pupuk organik dan pupuk non-organik atau kimia. Pupuk organik terbuat dari kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos sedangkan pupuk kimia dibuat oleh perusahaan- perusahaan dengan menggunakan zat-zat kimia.



Sejak tahun 1970-an pupuk kimia diperkenalkan ke Indonesia manfaat yang didapatkan sangat terasa sehingga negara juga ikut menganjurkan petani secara massal untuk menggunakan pupuk kimia pada pertanian bahkan negara memberikan subsidi untuk pupuk kimia.

Beberapa tahun kemudian barulah terasa dampak buruk yang ditimbulkan oleh pupuk kimia terhadap tanaman.
baca juga :

MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR
ANEKA JENIS PUPUK ORGANIK
BAHAN UNTUK MEMBUAT PUPUK ORGANIK
TIPS MEMILIH DAN MENGGUNAKAN PUPUK UNTUK TANAMAN


Dampak Pada Tanah

Pupuk kimia yang terus-menerus diaplikasikan ke tanaman pada akan mempercepat hilangnya zat-zat organik dan kesimbangan zat makanan di dalam tanah yang akhirnya menimbulkan bermacam penyakit pada tanaman. Unsur zat hara yang ada dalam tanah akan diikat oleh molekul-molekul kimiawi sehingga regenerasi humus tidak bisa dilakukan lagi sehingga daya tahan tanah atau daya dukung tanah berkurang dan yang nantinya tanah menjadi tandus.

Tanah yang telah tercemari pupuk kimia bisa berdampak langsung pada manusia karena zat beracun atau berbahaya bercampur dengan air dan tanah yang bersentuhan dengan manusia.

  • Beberapa kondisi tanah setelah penggunaan pupuk kimia
  • Mikroorganisme tanah menjadi tipis
  • Tanah menjadi keras
  • Residu pestisida dan insektisida banyak tertinggal dalam tanah
  • Mikroorganisme yang merugikan banyak berkembang

Dampak Pada Ekosistem

Pencemaran tanah oleh pupuk kimia berdampak besar terhadap lingkungan sekitar. Dampak pupuk kimia menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. akibatnya Beberapa spesies dan rantai makanan yang hidup disekitar tanah terkena pupuk kimia menjadi musnah dan pada pertanian terjadi perubahan metabolism tanaman yang menurunkan hasil produksi.

  • Beberapa dampak lainnya adalah
  • Polusi air
  • Pencemaran udara seperti emisi metana dari lahan pertanian.
  • Terjadi perubahan iklim, dan lain sebagainya.

Dampak Pada Kesehatan

Hasil produksi tanaman yang telah tercemari pupuk kimia sangat berbahaya dikonsumsi oleh manusia. Beberapa dampak penggunaan pupuk kimia pada tanah, sebagai berikut
Pertama, zat timbal berbahaya pada anak karena dapat merusak otak dan kerusakan ginal.
Kedua, zat merkuri dan siklidiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal parah.
Ketiga,organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan saraf otot.
Keempat, pelarut yang mengandung klorin mengganggu pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat dan yang jelas tingkat penyebab kematian tinggi.

Lebih jauh penggunaan pupuk kimia akan menghancurkan sistem pertanian berkelanjutan. Artinya, besarnya dampak buruk yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk kimia terhadap tanah, ekosistem dan kesehatan menjadi alasan utama petani untuk meninggalkannya

sumber : bertani.com
Seledri (Apium graveolens L.) sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Tanaman Seledri dikenal sebagai sayuran bumbu (penyedap rasa), ada juga yang mengatakan sebagai obat, penyembuh demam dan darah tinggi, ada pula yang mengatakan sebagai penyubur rambut.

Jenis seledri 'Cut Common' yang siap tanam
Varietas
Dalam klasifikasinya, Seledri tergolong dalam family Umberliflorae. Di masya-rakat Indonesia tanaman seledri yang banyak dikenal ada dua varietas yaitu : Seledri potong (Varietas Sylvester) dan Seledri daun (Varietas Secalium). Sebenarnya masih ada satu jenis lagi Seledri tetapi jarang ditemui di masyarakat yaitu Seledri berumbi (Varietas Repaceum). Diantara ketiga varietas di atas Seledri daun yang paling banyak dibudidayakan petani Ciwidey, Bandung adalah jenis Seledri daun (Cut Common). Varietas ini mempunyai ciri diantaranya tanamannya pendek , daunnya banyak, juga anakannya cukup banyak. Beberapa benih seledri yangbanyak ditemui di toko pertanian khususnya di Ciwidey antara lain Amigo (East West), produk Royal Sluis dan sebagainya.

Teknik Budidaya
Tanaman Seledri dapat ditanam dari dataran rendah hingga dataran tinggi, tetapi untuk mencapai hasil optimal penanamannya dilakukan pada ketinggian antara 1.000 - 1.200 m.dpl. bisa memperoleh hasil yang terbaik.

Teknik Persemaian
Tanaman Seledri sebelum tanam perlu disemai terlebih dahulu. Adapun caranya sebagai berikut :

a. Disiapkan bedengan dengan lebar antara 80 - 100 cm. panjang sesuai kebutuhan dan tanah tersebut diolah dicampur pupuk kandang.

b. Setelah tanah bedengan dirapikan benih Seledri ditabur rata tidak boleh menumpuk (bergerombol) supaya pertumbuhannya seragam.

c. Kemudian ditutup pakai campuran tanah + pupuk kandang + serbuk gergaji atau sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah itu disiram dan ditutup pakai karung biar tanahnya lembab dan merangsang perkecambahan.

d. Setelah + 10 hari tanaman akan tumbuh, penutup dibuang (diambil) dan untuk mengurangi terik panas matahari dibuatkan naungan. Seperti persemaian yang lainnya perlu dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Setelah berumur + 45 hari sampai 50 hari bibit tersebut siap ditanam.

Penanaman

Kebiasaan petani Ciwidey, pengolahan lahan dilakukan bersamaan dengan waktu semai. Cara pengolahan lahan seperti biasa membuat bedengan-bedengan berukuran 80 cm - 100 m. panjang sesuai kebutuhan. Jarak antar bedeng + 40 cm dan kebutuhan pupuk kandang + 20 ton per hektar dicampur rata di atas bedengan.Untuk memudahkan pemeliharaan kebiasaan petani membuat parit-parit keliling untuk pengairan. Karena tanaman Seledri biasanya membutuhkan air banyak apalagi pada musim kemarau. Para petani Ciwidey biasanya menggunakan jarak tanam 25 x 25 cm2 atau 30 x 30 cm2 dengan dua atau tiga tanaman per lubang.

Pemupukan

Untuk pemupukan kebiasaan petani Ciwidey dalam satu musim tanam antara dua sampai tiga kali.

a. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10 - 15 hari setelah tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha., Urea = 50 kg/ha. dan KCl = 100 kg/ha.

b. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur + 30 hari setelah tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha. dan Urea = 50 kg/ha.

c. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur + 45 hari setelah tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha. Pemupukan ini jarang dilakukan kecuali kalau tanaman dirasa kurang subur.

Pemeliharaan

Untuk memperoleh hasil yang optimal pengairan perlu dilakukan secara kontinyu terutama saat tanam di musim kemarau. Pada saat musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap 10 hari sekali. Disamping pengairan, penyiangan juga perlu dilaksanakan setiap 15 hari sekali. 
Pengendalian Hama dan Penyakit

1. Hama

Pada Seledri hama utama adalah Liriomyza atau wereng atau biasa disebut petani Ciwidey adalah Aro. Hama ini berbahaya sekali kalau dibiarkan. Hama ini menghisap cairan daun sampai kering. Kebiasaan petani Ciwidey untuk mengendalikan hama tersebut adalah memakai Curacron, Trigard dan akhir-akhir ini yang sering dipakai adalah Winder 25 WP. Disamping hama di atas hama lain antara lain Aphid dan Ulat, tetapi kedua hama ini kurang merisaukan petani karena dianggap tidak terlalu merugikan.

Jenis seledri 'Cut Common' yang siap tanam
2. Penyakit
Penyakit utama pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat kuning (Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii). Kedua penyakit ini gejala yang ditimbulkan hampir sama dan kebiasaan petani untuk mengendalikannya memakai Kocide 77WP.

Pemanenan & Pemasaran Tanaman Seledri daun dipanen + berumur 45 - 60 hari. Cara panen dengan mencabut tanaman sampai akarnya, kemudian dicuci hingga bersih selanjutnya ditali dan siap dibawa ke pasar. Kebanyakan para bandar Seledri memasarkan Seledrinya ke pasar Caringin Bandung, pasar Bogor dan pasar induk Cibitung atau Kramat Jati Jakarta.