Articles by "Artikel Peternakan"
Tampilkan postingan dengan label Artikel Peternakan. Tampilkan semua postingan
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html


Suara burung perkutut memang terdengar hampir mirip dengan burung puter dan juga burung derduku. Memiliki suara yang bagus dan khas menjadikan burung perkutu begitu digemari masyarakat para pecinta burung, maka tak heran jika harga burung perkutut cukup tinggi di pasaran. Hal inilah yang menjadikan burung ini cukup potensial untuk dibudidayakan.

Bagi anda yang gemar memelihara burung kicauan, maka tidak ada salahnya jika anda mengembangkan hobi anda tersebut untuk dijadikan sebagai peluang bisnis, karena bisnis budidaya atau ternak burung perkutut saat ini cukup menjanjikan. Pada dasarnya, langkah-langkah beternak burung perkutut hampir sama dengan beternak burung-burung lainnya. Di dalam usaha ternak burung perkutut juga dibutuhkan pemahaman dan keuletan dan juga kesabaran dalam menjalaninya.

Bagi anda yang tertarik ingin mencoba untuk beternak burung perkutut, kami telah siapkan informasi mengenai panduan lengkap cara ternak burung perkutut untuk pemula dibawah berikut ini.

Cara Ternak Burung Perkutut dan Pemeliharaannya

1. Persiapan Kandang

Sebelum memulai usaha ternak burung perkutut, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu kandang penangkarannya. Di dalam cara membuat kandang penangkaran untuk burung perkutut cukup mudah dan sederhana, asalkan yang paling terpenting di dalam kandang burung bisa terbang dan mengibaskan sayapnya secukupnya.

Ukuran Kandang
Selain itu, ukuran kandang juga dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia berbentuk persegi. Untuk ukuran ideal dari kandang penangkaran sebaiknya minimal memiliki tinggi sekitar 150 cm, Panjang 100 cm dan lebar 50-100 cm. sedangkan pada bagian dasar atau lantai kandang, sebaiknya diberi hamparan pasir atau batu koral untuk menjaga kelembaban kandang. Kemudian pada bagian atap kandang, sebaiknya menggunakan genteng, asbes bergelumbang atau fiber. Jangan pernah menutup atap dengan menggunakan seng, karena dapat menyebabkan suhu di dalam kandang menjadi panas.

Bahan dan lokasi

Bahan yang dapat digunakan yaitu kayu, bambu atau aluminium (jika memungkinkan). Sedangkan untuk dinding sekelilingnya menggunakan ram kawat yang cukup kuat. Pastikan lokasi kandang penangkaran berada di luar, sehingga dapat terkena sinar matahari pagi secara langsung dan bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

2. Pemilihan Indukan

Di dalam usaha ternak burung perkutut, langkah dalam pemilihan bibit indukan merupakan langkah yang sangat penting dan harus selalu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam beternak burung perkutut

Baca juga


Berikut ini merupakan beberapa tips dalam memilih indukan burung perkutut yang baik, yaitu meliputi :
  • Memiliki postur tubuh bongkok dan sedikit panjang
  • Memiliki kepala yang besar dan terkesan gagah
  • Batok kepala memiliki parit yang cukup dalam dan panjang
  • Memiliki bentuk paruh yang lurus dan pada bagian bawahnya agak tebal
  • Memiliki lubang hidung yang sempit dan lurus
  • Bentuk mata bulat dan pandangannya tampak tajam
  • Memiliki sisik di bagian kaki yang rapi
  • Memiliki rongga suara yang besar
  • Memiliki supit yang renggang dan tebal
  • Memiliki warna bulu bersih dan cerah
Ciri-ciri Indukan Jantan yang baik

Bagi para peternak burung perkutut, biasanya mereka dapat mengenali ciri-ciri indukan jantan dengan memperhatikan pada ciri-ciri fisik, suara dan juga genetisnya. Berikut ini merupakakan beberapa kiat dalam menentukan indukan burung perkutut jantan dengan melihat pada segi fisik dan suaranya.

Fisik indukan jantan

Ciri-ciri pada bagian fisiknya bisa dilihat pada :
  • Struktur Dada : Jika dibagian tulang dada terlihat lebar, maka burung tersebut memiliki pernafasan yang baik, sehingga suara yang dihasilkan akan semakin panjang dan merdu.
  • Struktur Kantung Suara : Semakin Lebar kantung suara yang dimilikinya, maka irama suara yang dihasilkan akan semakin baik dan merdu.
  • Struktur Tubuh : indukan jantan yang baik, memiliki postur tubuh yang terlihat tegap dan gagah, terutama pada saat sedang bertengger.
  • Bulu : indukan perkutut jantan yang baik memiliki bulu dada yang halus dan mengkilap, karena biasanya bulu halus dan mengkilap di bagian dada menandakan suara yang dihasilkannya sangat bening dan nyaring. Sedangkan jika bulu dadanya terasa halus namun kusam, maka suara yang dihasilkan akan serak.
Kualitas suara indukan jantan

Untuk mengetahui kualitas suara burung perkutut dapat dikenal dengan cara :
  • Kualitas irama suara bagian depan
  • Kualitas irama suara bagian tengah
  • Kualitas irama suara bagian ujung
Ciri-ciri indukan betina yang baik, yaitu :

Untuk mengetahui ciri-ciri indukan betina yang baik, maka dapat dikenali dengan beberapa ciri berikut ini :
  • Memiliki postur tubuh yang tegap
  • Memiliki struktur tulang dada yang lebar
  • Irama suara dapat disesuaikan dengan kualitas suara dari indukan jantan
3. Teknik Penjodohan

Untuk melakukan penjodohan para burung perkutut agar bisa segera dikainkan yaitu dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

Merekat bulu sayap

Sifat dan karakteristik dari indukan perkutut jantan lebih agresif jika dibandingkan dengan indukan betina, maka pada saat dilakukan penjodohan sebaiknya bulu sayap sang jantan di rekat sekitar 4-5 helai dengan menggunakan solasi kecil. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya serangan kepada indukan betina saat dilakukan penjodohan.

Mengurung sangkar di dalam kandang

Masukan indukan jantan dan betina kedalam kandang penjodohan, namun indukan betina sebaiknya dipisahkan dengan menggunakan sangkar. Biarkan beberapa lama sampai indukan jantan dan betina mulai akrab dan berjodoh. Setelah itu, baru indukan betina bisa di satu kandangkan dengan indukan jantan untuk melakukan perkawinan.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html

Satu indukan jantan dengan beberapa indukan betina

Jika indukan jantan terlalu agresif dan ganas kepada indukan betina saat akan dilakukan penjodohan, maka solusi terbaiknya yaitu memasukan 1 ekor indukan jantan kedalam kandang penjodohan yang berisi beberapa ekor indukan betina. Hal ini bertujuan agar indukan jantan bisa memilih indukan betina yang disukainya. Setelah mendapatkan jodohnya, maka pasangan burung perkutut tersebut dapat dimasukan ke dalam kandang penjodohan.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html

Pemberian Pakan

Jenis pakan untuk burung perkutut yaitu pakan berupa biji-bijian yang terdiri dari campuran jerawut, beras merah, ketah hitam, gabah merah, milet, godem dan canary seed. Pastikan pakan yang diberikan masih baru dan berkualitas bagus. Pemberian pakan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, hal ini tentunya untuk menjaga kondisi dan berat tubuh burung tetap terjaga.

Pemberian pakan untuk burung yang diternakan dengan burung yang akan diikut lombakan jelas berbeda, umumnya konsumsi pakan burung perkutut sekitar 10% dari berat tubuhnya. Namun agar tidak terlambat di dalam pemberian pakan, sebaiknya pakan harus selalu tersedia di dalam sangkar untuk pakan cadangan.

Begitu juga dengan air minumnya, pastikan air minum di dalam sangkar selalu tersedia dan ganti secara rutin air minumnya setiap hari atau 2 kali sehari. Sedangkan di dalam kandang penangkaran sebaiknya selalu tersedia bubuk bata merah dan pasri yang ditebarkan di lantai kandang, ini bertujuan agar burung bisa memakan kerikil pasir dan juga bubuk bata merah yang biasa konsumsi oleh burung perkutut untuk membantu mencerna makanan dan juga sebagai sumber mineral.
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/cara-memulai-bisnis-peternakan-burung.html
CARA MEMULAI BISNIS PETERNAKAN BURUNG JALAK SUREN


Burung Jalak Suren adalah salah satu jenis burung yang sangat menyenangkan untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Suara kicauan yang dihasilkan oleh burung jalak suren sangat bagus dan keras, sehingga burung ini cukup digemari banyak kalangan para pecinta burung kicauan. Perawatan dari jalak suren cukup mudah, baik dalam pemberian pakan maupun perawatan hariannya.

Cara Ternak Burung Jalak Suren

Berikut ini merupakan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis ternak Jalak Suren. Yaitu :

Pemilihan Indukan Jalak Suren

Di dalam memilih calon indukan Jalak Sure jantan dan betina, idealnya memilih indukan yang sudah berumur sekitar 1-2 tahun. Karena pada usia tersebut biasanya Jalak Suren sudah siap untuk dikawinkan, pastikan juga anda untuk memilih indukan jantan dan betina yang sudah jinak agar lebih mudah untuk dikembangbiakan.

Persiapan Kandang Penangkaran

Di dalam proses pembuatan kandang penangkaran untuk Jalak Suren pada dasarnya memang tidak ada ukuran baku, tetapi menurut dari pengalaman para peternak yang sudah sukses, ukuran kandang penangkaran yang ideal sebaiknya memiliki panjang sekitar 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 2.25 meter. Namun jika lahan yang digunakan tidak mencukupi, maka dapat disesuaikan dengan kondisi dan ukuran lahan yang tersedia asalkan tidak kurang dari 1 x 1 x 1 meter.

Untuk kontruksi kandangnya sendiri, meliputi :

Usahakan dinding kandang di bagian kanan, kiri dan belakang dibuat dengan mengguakan batako/bata merah dan jangan dilapisi dengan plester semen batu agar kelembaban di dalam kandang tetap terjaga dengan baik. Kemudian di bagian dinding depan (Pintu) sebaiknya harus selalu terbuka atau ditutup dengan menggunakan kawat ram. Selanjutnya untuk bagian atap kandang ditutup sebagian dan sebagian lagi biarkan tetap terbuka, misalnya sebagian di tutup menggunakan asbes dan sebagian lagi ditutup menggunakan kawat ram.sedangkan untuk bagian dasar lantainya, sebaiknya menggunakan alas dari tanah liat atau tanah biasa dan jangan di plester.


Setelah kandang selesai dibuat, siapkan sarang yang nantinya dapat digunakan untuk bertelur dan mengerami telur-telurnya. Sarang dapat dibuat dari bahan seperti kayu dan triplek yang dibentuk persegi (kotak) berukuran 25 x 25 x 35 cm, lalu letakan sarang tersebut pojok atas kandang, karena burung Jalak Suren lebih suka bertelur diatas. Selain itu, siapkan juga tempat untuk mendi atau menggunakan media keramba utuk dijadikan tempat menampung air.

Pemberian Pakan

Dalam beternak burung Jalak Suren, sebaiknya ketersedian pakan utama dan juga pakan ekstra harus selalu tersedia untuk mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya untuk mendukung proses reproduksinya. Pakan utama yang diberikan yaitu berbentuk voer, sedangkan untuk pakan ekstra berupa jangkrik, ulat hongkong dan juga pisang kepok.

Perkawinan

Di dalam melakukan proses perkawinan antara Jalak Suren jantan dan betina pada dasarnya tidak berbeda dengan cara mengkawinkan burung kicauan lainnya. Namun bagi anda yang masih pemula dan belum paham bagaimana cara menjodohkan burung Jalak Suren jantan dan betina agar cepat kawin, anda bisa simak penjelasannya dibawah ini.

Pertama-tama masukan Jalak Suren jantan dan betina kedalam sangkar terpisah, lalu tempelkan pintu kedua sangkar tersebut dengan kondisi pintu terbuka. Biarkan beberapa lama sampai sang jantan atau betina menghampiri lawan jenisnya, jika tidak ada tanda-tanda berjodoh maka bisa diganti dengan lawan jenis yang lain.

Setelah menemukan jodoh yang pas, biarkan mereka dalam satu sangkar sampai terjadi perkawinan dan bertelur. Indukan betina akan segera bertelur setelah proses perkawinan berhasil, lalu indukan betina akan meneraminya hingga telur-telurnya menetas.

Pemeliharaan Anakan

Setelah telur yang dierami menetas, biarkan anakan Jalak Suren bersama induknya selama 1 minggu hingga 1 bulan. Namun pada umumnya, para peternak yang sudah berpengalaman selalu mengambil anakan Jalak Suren setelah berumur 1 minggu dan dirawat dengan cara diloloh. Hal ini bertujuan agar indukan bisa kembali kawin dan bertelur. Dalam melakukan perawatan anakan yang baru berumur 1 minggu, langsung masukan kedalam incubator secara sendiri-sendiri dengan ditempatkan pada besek atau sarang buatan. Pakan yang diberikan yaitu jenis voer yang telah dihaluskan dan diseduk dengan air hangat agar lebih mudah untuk dicerna, pemberian pakan dapat menggunakan spet sedikit demi sedikit sampai mereka kenyang.

Baca juga
PANDUAN SINGKAT UNTUK BETERNAK BURUNG PUYUH

Waktu pelolohan sebaiknya dilakukan setiap 1 jam sekali dan jika sudah besar dapat dikurangi secara bertahap sampai Jalak Suren bisa makan sendiri. Setelah anakan Jalak Suren bisa makan sendiri, maka sudah bisa diberikan jenis pakan ekstra dengan jangkrik kecil yang sudah dihilangkan kaki dan bulunya sebanyak 5 ekor, lakukan 3 kali sehari untuk mempercepat masa pertumbuhannya.

Bagi anda yang tertarik untuk memulai usaha ternak burung Jalak Suren, sebaiknya anda mengikuti langkah-langkah diatas secara bertahan dan konsisten agar usaha ternak anda berhasil.

Burung Jalak terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

Burung Jalak Bali

Burung Jalak Bali adalah jenis burung yang cukup langka, penyebaran dari burung ini mulai dari kawasan bubuhan hingga ke kasawan Gilimanuk yang memiliki luas penyebaran mencapai 320 kilometer persegi. Jika anda bisa membudidayakan jenis burung Jalak Bali, maka anda telah membantu menjaga populasinya yang saat ini sudah hampir punah.

Burung Jalak Suren

Jenis burung Jalak Suren banyak ditemukan hampir di seluruh pelosok negeri, burung inisangat cocok untuk dijadikan sebagai burung peliharaan di dalam rumah karena burung ini sangat jinak dan memiliki suara kicauan yang lantang dan bervariasi. Pemeliharaan burung jalak suren sangat mudah, asalkan bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup agar kesehatan dan produktivitasnya selalu terjaga.

Burung Jalak Putih

Burung jalak putih memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jalak bali dan memiliki bulu berwarna putih, namun di sekitar matanya berwarna kuning tanpa ditumbuhi bulu. Harga pasaran burung ini di pasar burung sangat mahal yaitu berkisar antara Rp. 800 ribu hingga Rp. 2 jutaan. Sama hal nya dengan jalak suren, perawatan burung jalak ini sangat mudah asalkan semua syaratnya dapat terpenuhi dengan baik.

Burung Jalak Kerbau

Populasi dari burung jalak kerbau banyak ditemukan di kawasan Pulau Jawa, Bali Sulawesi dan beberapa kawasan di Asia Timur. Jalak Kerbau memiliki bentuk dan ukuran tubuh yang sedang sekitar 25 cm dengan bulu berwarna abu-abu tua yang mendekati warna hitam. Pada bagian tunggir dan ujung ekornya berwarna putih, berjambul pendek, paruh dan kakinya berwarna kuning sedangkan untuk jalak kerbau remaja berwarna kecoklatan.

Itulah beberapa jenis burung jalak yang ada di Indonesia. Dari beberapa jenis burung jalak tersebut, salah satunya yang akan kami bahas kali ini yaitu burung jalak suren.

Selain dapat menyalurkan hobi, beternak jalak suren juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan mengingat penggemar dari burung jalak suren sangat banyak. Selain itu, harga jual dari burung jalak suren juga masih cukup tinggi, sehingga sangat cocok untuk dijadikan peluang bisnis bagi anda yang ingin memiliki pemasukan tambahan.

Beternak burung Jalak Suren tergolong mudah, asalkan segala sesuatu yang dibutuhkannya selalu terpenuhi dengan baik.
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-singkat-untuk-beternak-burung.html
PANDUAN SINGKAT UNTUK BETERNAK BURUNG PUYUH

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Selain dapat dinikmati telur dan dagingnya, banyak yang sudah memanfaatkan bulu burung puyuh ini sebagai bahan aneka kerajinan. Satu manfaat lagi yangdiperoleh dari ternak burung puyuh ini adalah kotoran yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupukk andang ataupun kompos. 

Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan. 


Persiapan Kandang Burung Puyuh 

  • Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur
  • kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%;
  • penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab.
  • Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu :

Kandang untuk induk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)

Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)

Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

Penyediaan Bibit Burung Puyuh : 

Seperti sudah disinggung diatas, penyediaan bibit merupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.
BACA JUGA

Pemeliharaan
Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi :

Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.

Pengontrolan Penyakit Burung Puyuh
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

Pemberian Pakan Burung Puyuh
Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhrhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus.

Pemberian Vaksinasi
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).

Pemanenan Burung Puyuh 

Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang pengusaha adalah saat pemanenan. Seperti telah disinggung diatas, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari budidaya burung puyuh ini, yaitu :

Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Sudah banyak sekali berbagai jenis masakan yang dibuat dari bahan hewan ini, dari mulai sate bekicot hingga keripik bekicot yang sudah menjadi komoditi eksport.


Melihat potensi tersebut tentu saja bahan baku yang biasa muncul pada musim penghujan saja dapat dikelola dengan cara beternak bekicot secara instensif sehingga tidak mengandalkan pada musim penghujan saja.

Dalam budidaya bekicot luas lahan yang dibutuhkan sangat bebas tergantung dari selera peternak apakah ingin hasil yang besar atau yang sedang-sedang saja, kalau ingin hasil yang besar tentu saja ukuran lahan harus luas juga.


Adapun tahapan-tahapan dalam budidaya bekicot adalah sebagai berikut :

1. Tahap pertama yaitu persiapan, 

dalam hal ini mempersiapkan bahan dan peralatan. Kandang harus didirikan pada tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25 s/d 30 derajat celcius.
Cara pemeliharaan bekicot dalam kandang dapat dilakukan dengan cara memisahkan antara bekicot kecil dengan besar atau juga dengan mencampurnya tanpa melihat usia bekicot. Bedakan mana bekicot yang memang untuk tujuan pembibitan[indukan] dan mana yang yang dipanen.

Ada beberapa jenis kandang dalam membudidayakan bekicot antara lain ,
  • kandang kotak kayu yang terbuat dari lembaran kayu triplek berkaki ukuran panjang dan lebar 1 X 1 meter tinggi 1,25 meter diatas kotak tersebut diberi kawat kasa agar bekicot tidak keluar dan tempat berteduh,
  • kandang semen tak beeda dengan ukuran kandang kotak kayu kandang semen juga demikian hanya saja pada bagian dasar kandang diberi tanah yang mengandung cacing guna menjaga kelembaban kandang dengan tebal lapisan tanah sekitar 30 cm
  • dan kandang galian tanah berukuran panjang, lebar dan tinggi 1x1x1 m, tanah galian yang akan digunakan pilih yang agak kering dan dibawah pohon rimbun.


2. Tahap kedua Pembibitan, 

ada dua jenis bekicot yang biasa diternak yaitu spesise Achatina fulica dan Achatina variegata.


3. Tahap ketiga pemilihan calon indukan, 

karena bibit unggul belum tersedia, dapat menggunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat dikebun pisang, kelapa atau semak belukar ketika musim hujan banyak sekali dijumpai.

4. Tahap keempat Reproduksi dan Perkawinan. 

Dalam tahap ini bekicot biasanya mulai kawin pada umur enam sampai t8ujuh bulan ditempat pemeliharaan. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ketempat yang lebih aman, bekicot bertelur disembarang tempat setiap penetasan jumlah telurnya lebih dari 50-100 butir.


5. Tahap kelima Proses Kelahiran, 

pada thapan ini telur bekicot menetas setelah umurnya cukup. Pada waktu menetas menjadi anak cangkang yang biasanya tidak ditunggui induknya, memnetas dengan sendirinya.

Untuk memulai usaha budidaya ternak bekicot perlu dipertimbangkan faktor lokasi. Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.


Penyiapan Sarana dan Peralatan :

Perkandangan Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30 derajat C. Jika di buat di kota besar seperti Jakarta, lahan perkandangan dapat di kondisikan di tempat yang teduh, dengan memberikan perlindungan berupa tanaman, tanaman diletakan di sekitar kandang. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan ember-ember berisi air dengan diberikan untaian-untaian kain yang mudah menyerap air. Tapi jangan lupa untuk memberikan bubuk abate atau memasukan ikan kecil di dalam ember air, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.


Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:

Kandang Kotak Kayu :

Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.


Kandang Dari Bak Semen :

Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak


Kandang Galian Tanah :

Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.

Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.

Peralatan yang dibutuhkan antara lain : Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.

Pemilihan Bibit Calon Induk :

Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

Reproduksi dan Perkawinan:

Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

Proses Kelahiran :

Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.
Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.


Bekicot yang bagi sebagian besar orang adalah hewan yang jijik, ternyata mempunyai banyak manfaat dan keistimewaan. Salah satunya yaitu dapat melewati benda tajam tanpa terluka serta dapat menempel pada dinding tanpa terjatuh. Bekicot dapat digunakan sebagai makanan ternak peliharaan di rumah, dapat dijual sebagai sumber protein, zat kapur, dan fosfor bahan makanan ternak pabrik, Dijual sebagai komoditi ekspor ke Belanda, Taiwan, SIngapura, dan Negara Lainnya.

1. Syarat, Bahan, dan Alat budidaya bekicot

Syarat : Bekicot dapat hidup baik pada daratan rendah hingga daerah berbukit tidak lebih dari 1000m dari permukaan laut. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam budidaya bekicot antara lain : Suhu yang dibutuhkan bekicot adalah 26'C-29'C, dan kelembaban antara 80-90%.

Bahan : Bahan utama yang diperlukan untuk budidaya bekicot adalah Bibit Bekicot, Kapur atau pecahan tembok, dan kompos.

Kemudian bahan untuk kandang kebun : batu bata, pasir, semen, tanaman pelindung.

Lalu untuk bahan kandang penetasan : bambu atau kayu, kawat kasa, engsel, kaleng bekas, pasir, kertas semen, dan jerami.


Alat : Alat yang diperlukan untuk membuat kandang bekicot adalah : cangkul, sendok tembok, palu, golok, gunting kawat, gergaji, dan meteran.

2. Langkah Kerja Budidaya Bekicot

Pembuatan Kandang, untuk pembuatan kandang kebun dapat dilakukan dengan cara : Pilih lokasi kebun yang cukup rindang, Ukur lahan yangakan digunakan untuk kandang kurang lebih 10m x 10m, Buat parit dengan pasangan batu bata dan diplester dengan semen di sekeliling kebun dengan ukuran lebar 40cm dan dalam 30cm, Kemudian isi parit tersebut dengan air (periksa jangan sampai parit tersebut bocor).
Pembuatan Kandang Penetasan. Kandang penetasan khusus digunakan untuk proses perkawinan. Penetasan telur dapat dilakukan dengan cara berikut ini : Buat kotak sebagai kandang tanpa alas dengan ukuran lebar 75cm, panjang 150cm, dan tinggi 60cm dengan bahan kayu. Kemudian buat tutup kandang dengan menggunakan kawat kasa.

3. Pemilihan Induk dan Perkawinan bekicot

Bekicot banyak sekali ditemukan didaerah pedesaan, jadi anda hanya harus mengumpulkan bekicot-bekicot tersebut ke dalam kandang yang sudah disediakan tadi, kemudian untuk memilih indukan dapat dipilih sesuai kriteria berikut ini : Bertubuh besar dengan ukuran 6-7cm dan berat sekitar 70gr. Mempunyai cangkang yang kuat dan bersih. Untuk pemilihan induk tidak perlu memperhatikan jenis kelamin, karena bekicot adalah hewan yang mempunyai kelamin ganda. Bekicot yang sudah dipilih dapat langsung ditempatkan di dalam kandang penetasan. Setiap kandang penetasan dapat diisi 10 pasang bekicot. Untuk pemindahan bekicot dari kandang ke kandang penetasan sebaiknya dilakukan pada malam hari.

4. Pembesaran bekicot:

Pembesaran merupakan tahap lanjutan setelah penetasan telur dan pemeliharaan anak bekicot. Pembesaran yang dilakukan di kandang dilakukan setelah anak bekicot berumur 7-15 hr. Kegiatan pembesaran dimulai dengan pemindahan anak bekicot dari kandang penetasan ke dalam kandang pembesaran. Pada saat pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati karena cangkang bekicot masih sangat rapuh. Setelah anak bekicot dipindahkan ke dalam kandang pembesaran, perlu diperhatikan pemberian vaselin di sekitar dinding kandang, agar anak bekicot tidak keluar dari kandang. Agar pembesaran bekicot sempurna lakukan penyiraman kandang sehari 2x yaitu padi dan sore hari agar kelembaban dan suhu kandang dapat terjaga dengan baik. Bekicot dapat dipanen setelah berumur sekitar 7-10 bulan.

5. Pemasaran bekicot

Bekicot segar adalah bekicot yang dipasarkan dalam bentuk segar dan masih hidup. Cara umum yang digunakan yaitu dengan menempatkan bekicot ke dalam keranjang atau langsung di bak truk dengan cara berlapis-lapis antara bekicot dan pelindung.
Bekicot olahan adalah bekicot yang diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan. sebelum mengolah bekicot hendaknya bekicot tidak diberi makan dahulu selama 2 hari untuk membersihkan kotoran yang ada didalamnya
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/cara-mudah-ternak-cacing-supaya-berhasil.html
CARA MUDAH TERNAK CACING SUPAYA BERHASIL

Cacing tanah spesies Lumbricus rubellus adalah jenis cacing yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Karena, jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jaenis cacing lainnya. Bukan hanya itu, cacing tanah ini juga tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya, karena bisa dikembangkan di media limbah organik. Sehingga tidak mengherankan jika banyak dimanfaatkan dalam dunia pertanian, peternakan serta industri farmasi. 

Dalam dunia farmasi cacing jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat dan bahan kosmetik. Bahkan permintaannya pun terus meningkat untuk memenuhi jumlah produksi yang semakin besar. Namun, ketersediaan cacing tanah jenis masih sangat terbatas dengan harga yang relatif lebih mahal, 

1. Persiapan lokasi budidaya cacing. 

Tanah yang akan digunakan sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar. Bahan-bahan organik tersebut bisa berasal dari dedaunan yang sudah gugur, kotoran ternak ataupun tanaman dan hewan yang sudah mati. 

Cacing tanah sangat suka dengan bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah membutuhkan tanah yang sedikit asam sampai netral dengan PH sekitar 6-7,2. Dengan kondisi tersebut, bakteri yang ada dalam tubuh cacing tanah bisa bekerja dengan optimal untuk mengadakan fermentasi atau pembusukan. 

Kelembaban udara juga perlu kamu perhatikan agar pertumbuhannya dan perkembangbiakannya bisa optimal, yaitu sekitar 15-30%. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15-25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat celcius masih tetap baik, asalkan ada naungan yang cukup dengan kelembaban yang optimal.

Usahakan lokasinya juga mudah untuk diawasi dan tidak terkena oleh sinar matahari secara langsung, misalkan di bawah pohon rindang, di samping rumah atau ruangan khusus yang atapnya terbuat dari bahanbahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

2. Pedoman teknis budidaya cacing tanah 

A. Penyiapan saran dan peralatan  


Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang mudah dan murah, seperti rumbia, bambu, ijuk, papan bekas, serta genteng dari tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah dengan ukuran 1,5×18 meter dan tinggi 0,45 meter

Di dalamnya buatlah rak-rak bertingkat sebagai tempat atau wadah pemeliharaan. Bangunan kandang juga bisa kamu buat tanpa dinding (terbuka). Atau bisa juga gunakan model lainnya seperti, kotak bertumpuk, rak berkaki, pancing berjajar dan pancing bertingkat.

B. Pembibitan cacing 

Persiapan yang perlu kamu lakukan dalam upaya ini adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit cacing yang unggul, mempersiapkan kandang cacing dan juga pelindung kandangnya. 

C. Pemilihan bibit calon indukan cacing

Sebaiknya, jika kamu ingin membudidayakan cacing tanah secara komersial, gunakanlah bibit yang sudah ada karena membutuhkan jumlah yang cukup besar. Tapi, jika ingin dimulai dari skala yang kecil, bisa kamu gunakan bibit cacing tanah yang ada di alam. Biasanya

banyak di tumpukan sampah yang membusuk atau di tempat pembuangan kotoran hewan

D. Pemeliharaan bibit calon induk cacing

Pemeliharaan bisa kamu lakukan dengan beberapa cara:

Memelihara cacing tanah sebanyak-banyaknya atau disesuaikan dengan tempat yang akan digunakan. Kamu bisa memilih cacing yang muda atau dewasa. Jika kandangnya berukuran tinggi 0,3 m, panjang 2,5 m, dan lebar < 1 m. Biasanya bisa menampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa. 


  • Pemeliharaan dimulai dengan jumlah yang kecil. Jika jumlahnya sudah bertambah sebagian cacing bisa kamu pindahkan ke bak pemeliharaan yang lain. 
  • Kombinasi antara dua cara di atas 
  • Pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa baru dipindah ke bak pemeliharaan lain. 
  • Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit. 


 E. Sistem pemuliabiakan 

Apabila media pemeliharaan sudah siap dan bibit cacing tanah juga sudahada, maka penanaman bisa segera kamu laksanakan secepatnya. Jangan masukkan sekaligus bibit cacing tanah yang tersedia, tapi cobalah sedikit demi sedikit. Jika sudah, amati secara rutin setiap 3 jam sekali, siapa tahu ada yang berkeliaran di atas media atau bahkan ada yang meninggalkan media. Apabila dalam rentang waktu sekitar 12 jam tidak ada yang keluar dari wadah, berarti media yang kamu buat itu sudah cocok. Sebaliknya jika tidak cocok, cacing akan berkeliaran kemana-mana

F. Perkawinan atau reproduksi 

Cacing termasuk hewan hemaprodit, yaitu memiliki alat kelamin ganda. Meskipun demikian, dalam urusan pembuahan mereka tidak bisa melakukannya sendiri. Dari hasil perkawinan sepasang cacing akan menghasilkan satu buah kokon yang berisi telur-telur. Kokon tersebut berbentuk lonjong dengan ukuran kurang lebih 1/3 besar kepala korek api. 

Dalam rentang waktu 14-21 hari kokon akan menetas, setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor. Diperkirakan 100 2kor cacing bisa menghasilkan sekitar 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun


3. Pemeliharaan
Untuk pemberian makannya cukup sekali saja dalam 24 jam. Apabila yang kamu tanam 1 kg maka 1 kg juga pakan yang harus kamu berikan. Hal yang perlu kamu perhatikan dalam pemberian makanan antara lain.


  • Pakan harus berbentuk serbuk 
  • Serbuk pakan harus ditaburkan rata di atas media, tapi usahakan jangan menutupi keseluruhan. Sisakan sekitar 2-3 bagian peti. 
  • Tutup pakan dengan media yang tidak tembus cahaya 
  • Perbandingan antara serbuk cacing dan air adalah 1:1 

B. Penggantian media

Media yang sudah menjadi kascing/tanah atau yang telah banyak kokonnya harus segera diganti. Agar cacing cepat berkembangbiak. Rata-rata penggantian media bisa kamu lakukan setiap 2 minggu sekali.


C. Proses kelahiran 

Bahan yang digunakan sebagai media tanam antara lain kotoran hewan, batang pisang, dedaunan kering, limbah rumah tangga dan lain sebagainya. 

Bahan tersebut kemudian dipotong-potong dulu dengan ukuran 2,5 cm. Semua bahan, kecuali kotoran ternak diaduk dan ditambah dengan air hingga merata. Bahan campuran dan kotoran ternak dijadikan satu dengan perbandingan 7:3 dan ditambah air secukupnya

4. Hama dan penyakit

Keberhasilan dalam upaya budidaya cacing tanah tidak terlepas dari upayamu dalam mengendalikan hama. Hama-hama berupa serangga dan hewan pemangsa, antara lain semut, burung, kumbang, lipan, kelabang, katak, lalat, tikus, itik, ayam, dan lain sebagainya.

5. Panen cacing

Dalam usaha budidaya cacing tanah ada dua bagian penting yang nantinya kamu panen, yaitu cacing itu sndiri dan kascing atau tanah bekas cacing. Memanennya juga cukup mudah, kamu hanya perlu memberikan penerangan di media tanam tersebut, maka cacing akan keluar dengan sendirinya. Karena cacing sangat sensitif dengan cahaya. 
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dan-tips-terbaru-untuk-hobby.html
PANDUAN DAN TIPS TERBARU UNTUK HOBBY BETERNAK KACER

Ternak kacer belakangan ini memang banyak dilakukan oleh para pecinta burung peliharaan di Indonesia. Beberapa varietas atau jenis burung kacer yang sering diusahakan oleh pecinta burung adalah ternak burung kacer jawa atau Chopsycus sechellarum, serta ternak kacer poci atau dalam bahasa latinnya Chopsycus saulary.

Letak perbedaan dari dua jenis burung kacer ini adalah di bagian warna bulu dari burung kacer tersebut. Kacer jawa dominan berbulu hitam dari mulai wilayah dada sampai kloaka. Sementara Kacer poci bulu yang berwarna hitam hanya sampai pada bagian dada, sedangkan dekat kloaka pada kacer poci berwarna putih.


1. Kacer Jawa atau Magpie Robin (Kacer Dada Hitam)
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dan-tips-terbaru-untuk-hobby.html


Kacer jawa juga kerap disebut sebagai kacer hitam karena warna bulunya yang dominan hitam. Suaranya nyaring, keras serta lincah menirukan suaraa disekitarnya merupakan cirri dari kacer jawa. 

Sedangkan penampilan dari kacer jawa adalah jenis burung yang atraktif dengan kicauan yang merdu. Ternak kacer jawa lebih diutamakan apabila daerah sekitar tempat tinggal Anda berhawa panas, karena kacer jawa memang menyukai hawa panas. Daerah penyebaran dari kacer jawa ini diantaranya di dataran kalimantan dan tentu saja jawa.  


2. Kacer Poci  (Kacer Dada Putih)
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dan-tips-terbaru-untuk-hobby.html
Kacer jenis ini hampir mirip dengan jenis kacer jawa, tingkat persebaranya yang membedakanya. Jenis kacer poci sering ditemukan di wilayah Sumatra, kalimantan, hingga wilayah Malaysia. 

Ciri – ciri dari kacer poci ini adalah terdapat warna putih pada bulu bagian dada, sayap, serta ekornya. Kicauan dari burung kacer poci  juga tidak kalah atraktif dengan kacer jawa. Dengan dibuktikan banyak burung kacer poci yang lolos juara lomba burung

3. Kacer Blorok
http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dan-tips-terbaru-untuk-hobby.html
Spesies burung kacer yang satu ini merupakan hasil dari perkawinan silang antara species kacer jawa atau hitam dengan kacer poci. Penamaan kacer blorok didasarkan pada warna bulu yang cenderuk merupakan kombinasi antara warna hitam dan putih yang bertabrakan di seluruh bagian tubuh burung tersebut. 

Untuk Anda yang ingin mencoba memulai ternak kacer, ada baiknya untuk mengunjungi beberapa sentra atau tempat yang banyak dijumpai para peternak kacer, agar dapat belajar langsung kepada orang yang ahli dibidang ternak kacer

BACA JUGA
SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Nightingale atau Sikatan Londo

Berikut ini beberapa cara ternak kacer yang tipspetani himpun dari berbagai sumber dan referensi dalam  menekuni ternak burung kacer ini :  

1. Persiapan Kandang Ternak Kacer

Langkah pertama jika Anda hendak ternak kacer tentu saja membuat kandang bagi burung tersebut. Buatlah kandang dengan ukuran panjang 100cm, lebar 100cm serta tinggi 200cm. Sebaiknya Anda membuat kandang ternak kacer dari bahan baku kayu balo, sebab struktur kayu balo yang keras sangat baik untuk bahan baku pembuatan kandang ternak kacer. 

Disamping itu, kayu balo terbilang lebih tahan terhadap hama rayap yang kerap menyerang kayu, serta lebih ekonomis daripada kayu jati.  

Beberapa komponen pendukung di dalam kandang ternak kacer diantaranya adalah adanya pangkringan untuk media kacer bertengger, tempat makan dan minum yang higienis, glodok sarang, tumbuh – tumbuhan kecil, tulang sotong, serta kolam kecil ( dibuat dari cawan tanah liat atau kaleng bekas roti yang diisi air ).

2. Indukan Ternak Kacer 

Mendapatkan indukan burung yang berkualitas akan sangat menentukan hasil anakan ternak kacer Anda yang berkualitas pula. Beberapa cirri – cirri dari indukan berkualitas adalah : 

  • Tidak terdapat cacat fisik 
  • Berbadan besar dan panjang 
  • Gerakan indukan kacer enerjik, atraktif, gesit dan bersorot mata tajam 
  • Diusahakan untuk mendapatkan indukan yang sedang mengalami periode kawin yaitu kurang lebih berusia 10 bulan. 
  • Indukan ternak kacer diusahakan merupakan burung yang rajin berkicau 
3. Tahap Perjodohan Ternak Kacer

Setelah Anda sudah mendapatkan calon indukan kacer yang berkualitas, maka tahap berikutnya dalam ternak kacer adalah proses penjodohan indukan jantan dan betina yang sedang memasuki periode kawin. 

Masukkan indukan kacer jantan dan kacer betina didalam satu kandang penangkaran. Biarkan mereka melakukan perkawinan, proses perkawinan tidaklah memerlukan waktu yang lama jika memang waktu penjodohan adalah tepat pada saat kacer memasuki musim kawin, yaitu umur kacer kurang lebih 10 bulan.

4. Masa Bertelur Ternak Kacer

Tahap selanjutnya setelah kedua indukan dimasukkan kedalam penangkaran yang sama, maka indukan betina akan mulai bertelur dengan jumlah kurang lebih 2 hingga 3 telur dalam sekali periode musim bertelur ternak kacer. 

Pada periode setelah penjodohan dan sebelum bertelur, kandang harus senantiasa tersedia tulang sotong dimana nutrisi dari tulang sotong tersebut sangat baik bagi pembentukan cangkang telur kacer agar kuat dan piyik kacer tidak lahir cacat. 

Setelah bertelur, umumya indukan kacer bertina akan mengerami telur tersebut selama kurang lebih 2 minggu dihitung sejak dari telur kacer pertama keluar dari indukan kacer betina. 

Setelah telur dierami selama 2 minggu, umumnya telur dapat menetas. Setelah piyik terlihat, maka penting untuk menambahkan kroto dan juga jangkrik di dalam kandang ternak kacer tersebut agar indukan betina dapat memberikan makan kepada piyik yang masih baru tersebut. 

5. Tahap Meloloh Piyik

Pada ternak kacer tahap meloloh membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu bagi indukan betina untuk memberikan makan kepada piyik hingga piyik tersebut dapat makan dengan sendirinya. 

Pada tahap pelolohan tersebut, Anda harus rajin menyediakan stok kroto, belalang, maupun jangkrik di dalam kandang ternak kacer tersebut agar indukan tidak kebingungan untuk mencari makan piyiknya. 

6. Tahap Mensapih Piyik

Pada saat piyik sudah dapat makan sendiri, serta indukan kacer sering memtuki piyik ketika piyik mendekat kepada indukan, saat itulah indukan hendak kembali bertelur dan piyik harus dipisah dari indukan. Tahap ini disebut sebagai tahap mesapih dalam dunia ternak kacer

Setelah dipisah dari indukan, berikan makanan anak kacer tersebut dengan voor, kroto, jangkrik, maupun belalang. Setelah dewasa dan kacer sudah mulai berkicau, pertanda kacer tersebut sudah siap untuk dipanen

Demikianlah informasi ini tentang ternak kacer yang tipspetani bagikan semoga dapat berguna dan berbagi kepada teman2 penghobby ternak kacer. terimakasih. 


http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
PANDUAN LENGKAP PERSIAPAN UNTUK BETERNAK KAMBING
 Setelah niat untuk beternak kambing dan persiapan hijauan makanan ternak maka langkah selanjutnya adalah memikirkan dimanakah kambing-kambing kita nanti akan ditempatkan untuk hidup bereproduksi maupun untuk dibesar gemukkan. 

Dalam kesempatan ini tipspetani akan membahas sedikit demi sedikit tentang kandang hunian kambing yang sederhana saja sesuai tujuan pembuatan kandang tersebut. Kandang yang baik adalah kandang kombinasi dari berbagai macam kandang kambing yang telah disesuaikan dengan keinginan peternak.

Adapun berbagai macam kandang yang akan kita buat hendaknya juga sesuai dengan tujuan awal kita beternak kambing tersebut, apakah nantinya untuk pembesaran, penggemukan ataupun breeding/pengembang biakan. akan kami share beberapa gambar kandang yang kami buat, kandang semi knock down yang bisa dibuka tutup/ lewat keluar masuk kambing melalui depan yaitu tempat pakan yang bisa diturunkan dan dinaikkan

Syarat kandang yang baik diantaranya adalah tempat yang nyaman, keadaan yang nyaman sangat dibutuhkan untuk tempat tinggal kambing agar tidak mudah stres , karena apabila kambing ditempatkan di tempat yang terlalu berisik maka hewan peliharaan akan terganggu masa istirahat dan berkurangnya nafsu makan yang tentunya akan memperlambat produksi ternak tersebut.

Kandang yang dibuat sedemikian rupa agar sirkulasi udara dapat berjalan lancar namun angin tidak masuk terlalu kencang untuk menghindari hewan peliharaan kedinginan di waktu malam. apabila suasana terlalu dingin, maka kambing membutuhkan kalori yang lebih utuk menghangatkan badan. Untuk menghindari cuaca yang dingin bisa dipasang terpal/penutup yang bisa ditutup pada waktu malam dan bisa dibuka pada waktu siang.

Sinar matahari pagi sangatlah penting untuk kesehatan ternak kita, maka hendaklah kandang dibuat sedemikian agar sinar matahari pagi bisa tembus masuk ke kandang, sinar matahari juga baik untuk membunuh bakteri yang merugikan ternak. Akan tetapi sinar matahari yang berlebih juga menyebabkan kandang terlalu panas dan hal ini tentunya kurang bagus juga buat hewan ternak kita.

Berikut contoh kandang sederhana yang bisa sebagai tempat untuk hunian hewan :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Kandang memakai atap yang diselang seling antara atap asbes dengan ditambah sedikit saja atap fiber bening agar pencahayaan dalam kandang bisa jelas dan terang di siang hari, dinding bagian luar ditutup memakai plastik mulsa untuk menahan angin yang terlalu kencang, akan tetapi tidak ditutup semua, hanya separuh dindingnya saja.

Luasnya sekat sekat dalam kandang tergantung aplikasi nantinya ditujukan untuk apa, yang berencana untuk kandang koloni tentunya lebih luas dan lebar karena diperuntukkan tidak hanya satu ternak saja. Gambar dibawah ini adalah contoh kandang individu yang dibuat agak lega supaya ternak tetap bebas bergerak ke depan ke belakang dan memutar badan. Luas per sekat adalah lebar 90 cm dan panjang ke belakang adalah 120 cm. Disini kami isi seekor indukan yang sedang bunting dan kami kira luas segitu sudah cukup nyaman bagi ternak. Luas sekat tersebut bisa diisikan dengan 2 ekor kambing jantan dewasa dan bisa muat sampai dengan 4 ekor anak kambing.


http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Berikut ini penampakan pintu depan yang sekaligus sebagai tempat pakan yang bisa dibuka tutup dikarenakan bagian bawah dipasang engsel.


http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Alasan mengapa pintu kandang dibikin sedemikian rupa adalah dikarenakan jika kambing sering dikeluarkan maka dapat bebas bergerak di luar maka hewan ternak lebih bebas, lebih lincah dan lebih sehat tentunya, monitoring terhadap kambingpun lebih mudah sehingga deteksi ternak yang mempunyai gejala-gejala penyakit lebih mudah ditangani.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Dibawah kandang ini dibikin miring dan disemen agar mudah membersihkan kotoran dan urine kambing bisa terkumpul di ujung kandang dimana urine kambing tersebut dapat proses menjadi pupuk cair organik yang kaya akan nitrogen. Kelemahan bawah kandang yang disemen adalah keluar bau yang agak menyengat apabila terlambat dibersihkan, maka disarankan apabila nantinya mau membuat kandang dan intensitas pembersihan kotoran kurang sering dibersihkan, maka sebaiknya di bawah tidak perlu disemen.

Mengenai bahan yang dipakai untuk memangun kandang ini adalah rangka dan tiang dan wadah pakan menggunakan kayu mindi dan sengon, sedangkan dinding penutup keliling kandang menggunakan belahan bambu. Alas kandang juga memakai belahan bambu yang dibuat jarak antara bambu yang satu dengan bambu yang lain agar ktoran bisa jatuh ke bawah dan kandang tetap bersih dan kering

Cara tradisional untuk mengetahui apakah kandang yang kita bikin itu nyaman untuk ternak atau tidak adalah dengan kita mencoba diam beberapa saat di dalam kandang di waktu siang, apabila kita merasa tidak terlalu panas, maka besar kemungkinan ternak juga merasa nyaman tinggal di dalam kandang. Dan apabila tengah malam kita mencoba diam beberapa saat di dalam kandang, apabila kita tidak merasakan kedinginan, maka kemungkinan besar pula ternak-ternak kambing kita juga merasa nyaman beristirahat tidur malam.

Ternak kambing pada skala kecil tradisional biasanya belum memperhitungkan untung rugi dalam usaha peternakan, walaupun skala kecil seharusnya ada kalkulasi biaya produksi untuk acuan pelebaran/pembesaran skala peternakan. Perhitungan untung rugi tersebut seharusnya bisa dijadikan perhitungan untuk dilanjutkannya usaha ternak kambing tersebut apa tidak mengingat jikalau hanya rugi berarti pekerjaan ini belum termasuk dalam kategori usaha produksi.

Faktor yang sangat penting dalam usaha peternakan adalah makanan ternak itu sendiri yang berupa hijauan pakan ternak atau biasa disingkat HMT dan makanan penguat berupa konsentrat halus. Kalau ada yg berpendapat bahwa modal adalah faktor utama...itu adalah benar, dan bagaimana faktor SDM ? itu juga 100% diperlukan karena "hati penyayang binatang" sangat diperlukan sekali dalam perlakuan ternak kambing.

BACA JUGA:

Dalam kesempatan ini kami akan membahas sedikit tentang pakan ternak yang dimulai dengan macam macam hiajuan makanan ternak. Di tempat kami hijauan tidak mudah didapatkan begitu saja apalagi musim kemarau sekarang ini mengingat daerah kami bukanlah tempat yang memiliki banyak sumber air sehingga lahan untuk penanaman hijauan, jadi HMT harus menanam sendiri dulu di lahan tanah tadah hujan. Seandainya tidak memiliki lahan untuk menanam maka mau tidak mau pakan harus membeli dari pengepul/penjual rumput yang biasanya musim kemarau begini dihargai lebih kurang Rp 5 ribu untuk satu ikat tebon jagung dan 7 sd 10 ribu untuk seikat rumput kolonjono. Ada yang berpendapat memang rumput sebaiknya beli untuk mengurangi tenaga kerja untuk mengolah lahan HMT tersebut, namun pada pendapat saya, untuk memulai usaha ini seharusnya kita mempersiapkan lahan untuk menanam pakan ternak dulu untuk mempermudah usaha peternakan kita nantinya.

Ada dua macam hijauan makan ternak yaitu rumput(yang diambil berupa batang dan daun) dan ramban/daun. untuk domba memang lebih suka rumput sedangkan kambing lebih menyukai daun daripada rumput, dalam artian lainnya bahwa domba lebih suka makanan yang dibawah, sedangkan kambing lebih suka pada makanan yang diatas dadanya. Untuk lebih memperkaya banyaknya jenis makanan kambing, maka kami mencoba menanam rumput dan ramban agar nanti kedepan bisa mempertimbangkan mana yang lebih bagus untuk ternak nantinya yang bahan pertimbangannya adalah bukan saja hanya disukai ternak namun hasil panen hijauan ternak tersebut bisa melimpah karena percuma kalau hijauan tersebut sangat disukai ternak namun produksinya hanya sedikit mengingat lahan untuk kami menanam hanyalah terbatas saja.

Rumput yang ditanam dapat berupa rumput kolonjono, hasilnya memang melimpah karena batang rumput ini bisa tumbuh tinggi sekitar 1,5 m sampai dengan 2 m pada usia 2 bulan setelah pangkas di musim penghujan, akan tetapi produksinya berkurang ketika musim kemarau, tinggi sekitar 1 sd 1,5 m dan hasil tunas peranakannya berkurang karena kurangnya pasokan air. Mungkin tanaman ini lebih cocok ditanam di lahan yang mempunyai pasokan air cukup seperti lahan sawah. Rumput ini sebaiknya jangan dipangkas terlalu muda karena akan menyebabkan sakit perut pada kambing yang diikuti mencret bahkan kembung yang apabila tidak dilakukan penanganan secara cepat maka kambing kita bisa berangsur angsur kurus bahkan bisa mati mendadak. Namun apabila dipangkas terlalu tua maka akan kurang disukai kambing juga karena batangnya yang sudah mengeras dan memerlukan mesin cacah untuk melembutkan batang kolonjono yang keras tadi yang berarti kita harus membutuhkan alat pendukung, waktu dan biaya yang lebih untuk menyediakan makanan ternak tersebut.

Kelebihan rumput kolonjono adalah batangnya yang tumbuh tinggi, namun akan keras ketika mulai tua dan kurang disukai kambing. Kelebihan rumput odot adalah batangnya yg akan tetap akan dimakan kambing meskipun tanpa tanpa dicacah.

Gambar rumput kolonjono di musim kemarau :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Gambar rumput odot :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Selain rumput tersebut yang dapat ditanam, bisa juga jenis HMT berupa ramban legumenosa yang lebih disukai kambing. Adapaun saran kami adalah jenis indigofera yang dapat ditanam dari bijinya, ternyata jenis tanaman ini tumbuh sangat cepat sekali dan mempunyai protein kasar sekitar 23 %, bahkan sudah bisa dipanen 4 sd 5 bulan setelah semai. Tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah dan bahkan juga di dataran tinggi sekalipun, jadi jenis tanaman ini kami rekomendasikan untuk dijadikan sebagai sumber pakan ternak yang bermutu tinggi.

Gambar tanaman indigofera 7 bulan setelah semai :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Gambar daun indigofera :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Tanaman selanjutnya yang bisa ditanam adalah gamal. Gamal/klereside adalah tanaman yang bisa ditanam dengan menancapkan batangnya yang sudah keras dan tua ke dalam tanah tanpa perlakuan khusus. Tanaman ini selain sebagai sumber pakan ternak, bisa juga membantu mengurangi parasit dalam perut kambing, bahkan terbukti bisa dijadikan sebagai obat untuk penyakit kulit pada kambing seperti kudis/scabies.

Gambar tanaman gamal/klereside:

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Gambar daun gamal:

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Sekilas daun indigofera akan tampak sama, namun karakteristik keduanya berbeda, daun indigofera cenderung lebih alot/liat dibanding gamal dan protein kasarnya(PK) juga beda, PK gamal lebih rendah dibanding indigofera.

Tanaman berikutnya adalah kaliandra. Tanaman ini mempunyai batang yang lebih keras dibanding indigofera dan gamal, sehingga pertumbuhannya pun lebih lambat dibanding kedua jenis tanaman tadi. Daunnya cenderung lebih kecil namun banyak, jarak pangkas/panen daunnya juga lebih lama. Jenis tanaman ini bisa dibudidayakan untuk lebih menambah lebih banyaknya jenis makanan ternak kambing kita , selain karena daun ini adalah daun yang paling disukai ternak di kandang kambing , baik kambing jantan betina dan bahkan anak-anak kambing(cempe) yang baru berumur 1 bulanpun sangat suka memakan daun ini. Orang jawa bilang, kambing kalau dikasih makan daun kaliandra meskipun jumlahnya tidajk terlalu banyak akan "ayem" atau tidak mengembek minta makan terus.

baca juga 

Gambar tanaman kaliandra :


http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html
Gambar daun kaliandra :

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/panduan-lengkap-persiapan-untuk.html

Dari sekian banyaknya sumber pakan ternak, rumput memang mempunyai produkifitas yang lebih tinggi dibanding tanaman legumenosa tadi. Akan tetapi sumber pakan dari daun/ramban mempunyai pohon yang lebih toleransi terhadap kekeringan, Maknanya rumput akan mempunyai produkifitas lebih banyak dibanding ramban, namun di musim kemarau ramban akan mempunyai produktifitas yang lebih.

Selain berbagai macam hijaun makanan ternak tersebut diatas, masih banyak jenis sumber HMT yang lain seperti daun waru, sengonlaut(albasia),mindi, metir(bendara),mahoni, dan masih banyak lagi. Asalkan daun tersebut tidak beracun dan bergetah banyak, maka bisa dijadikan sumber HMT, apabila di suatu daerah ada satu jenis tanaman yang belum dikenal dan mau dijadikan sumber pakan ternak, maka coba dikasihkan ke salah satu ternak dewasa dahulu dengan melayukan dan dicampur dengan daun yang lainnya. Apabila ternak mau makan dan tidak menunjukkan reaksi apapun seperti kembung maupun keracunan, maka jenis tanaman tersebut bisa diberikan ke semua ternak. Tapi alangkah baiknya apabila ragu, lebih baik jangan dikasihkan ke ternak.
Buah mangga buah kedongdong, kalao artikelnya bermanfaat tolong dishare dong....
baca juga