Articles by "Budi Daya"
Tampilkan postingan dengan label Budi Daya. Tampilkan semua postingan
TAHAPAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA

Pepaya California memang berbuah besar dan manis. Dan harganya juga cukup lumayan. Berdasarkan penelusuran kami, rata-rata harga terbaru Pepaya California adalah Rp. 6000 - 7000 / kg. Dengan berat rata-rata 1,5 - 3 kg/ buah.

Pepaya California mulai memasuki panen pertama di usia 7 - 8 bulan. Bahkan terkadang dengan ketinggian hanya 45 cm dari tanah, Pepaya California sudah bisa menghasilkan buah yang lebat.

Untuk penghasilan petani Pepaya California tentu memang berbeda-beda, tapi jika dikutip dari kesaksian beberapa petani pepaya California, ada yang mengatakan :

- Paling sedikit menghasilkan Rp 3 juta perminggu, pada lahan seperempat hektar.
- Paling sedikit menghasilkan Rp 5 juta perminggu, pada lahan 1 hektar.

Nah tentu anda kira-kira sudah bisa membagi-baginya kan...!

Untuk prospek pasar, jika dibandingkan dengan Cabai, pepaya tentu bukan tandingan cabai. Sebab cabai dan bawang adalah King dari komoditas - komoditas pertanian. Namun prospek pepaya juga cukup lumayan menjanjikan, sebab masyarakat memang juga hobby memakan pepaya.

Namun jika diteliti dari potensi bisnis, anda yang pernah bercocok cabai, tentu mungkin agak sedikit senyum-senyum, sebab alamak,, cabai itu memang sangat memusingkan, dan sulit merawatnya. Jelas pepaya lebih unggul dalam hal itu. Sebab cocok tanam Pepaya California ini jelas jauh lebih mudah dari cabai.

1 tanaman pepaya California, bisa menghasilkan 70 - 80 buah perpohon, dengan berat total sekitar 85 kg/pohon. Dan masa produktif mencapai 3 tahun.

Pembibitan

Persyaratan Bibit/Benih
Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buahyang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

Penyiapan Benih
Kebutuhan benih per hektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan ATONIK 2 cc/liter selama 1-2 jam,  kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan

Teknik Penyemaian Benih
– Benih dimasukkan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
– Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan) dengan jarak 5 – 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Denganpemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan Atonik dicampur EM4 sesuai dosis anjuran interval 1 minggu sekali.

Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 – 2,5 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

Pengolahan Media Tanam

Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

Pembentukan Bedengan
–Bentuk bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, tinggi 20 – 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
– Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan,dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 10 kg pupuk kandang yang telah matang dicampur dengan PUPUK ORGANIK 5 kg ditambah NPK 2 ons.

Teknik Penanaman

Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 – 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai EM4 dengan cara disiramkan ke lubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam.

Lubang – lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut di atas dibuat 1-2 bulan penanaman.

Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang – lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.


Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.


Cara pemberian pupuk :
  • Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar
  • Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
  • Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gram TSP, 50 gram KCl
  • Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram KCl
  • Siramkan EM4 ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali. Lakukan penyemprotan campuran insetisida, fungisida, ZPT dan Pupuk Daun dengan dosis dsesuai anjuran setiap 1-2 minggu sekali setelah tanam sampai umur 2-3 bulan
  • Penyemprotan hati – hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiramkan

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

Hama dan Penyakit
Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2 – 3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yangpanjang di bagian mulut.

Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda.

Penyakit mati bujang disebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase , sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.

Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. 

Panen dan Pasca Panen

Ciri dan Umur Panen
Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 7,5 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

Periode Panen
Panen dilakukan setiap 4 hari sekali

Agar hasil produksi tanaman pohon kelapa ini berjalan maksimal maka pemilihan bibit kelapa pun juga harus di lakukan dengan sangat benar dan teliti. Salah satunya adalah kelapa hibrida yang di hasilkan dari persilangan antara kelapa genjah dengan kelapa varietas dalam. Bagi yang berminat untuk budidaya kelapa hibrida namun belum tahu bagaimana saja langkah awal yang harus di kerjakan maka simak informasi di bawah ini.

Cara Memilih Bibit BUDIDAYA KELAPA HIBRIDA
Pada budidaya kelapa hibrida, pemilihan bibit harus benar benar di perhatikan. Bibit hibrida haruslah unggul agar masa panen nanti buah kelapa dapat berbuah lebih cepat dan hasil buahnya pun menjadi optimal. Untuk persiapan benih dapat di lakukan dengan cara bertahap yaitu dalam waktu 5 - 12 bulan sebelum mendekati waktu masa tanam yang sudah di tentukan sebelumnya. Apabila bibit sudah berusia 5 - 8 bulan baru bibit dapat di pindahkan pada lahan tanam yang telah di sediakan sebagai lahan tumbuh kelapa hibrida.

baca juga artikel pertanian tentang kelapa


PANDUAN BUDIDAYA KELAPA HIBRIDA

Budidaya kelapa hibrida juga harus memperhatikan tekstur tanah, apabila tanah keras maka lubang yang di butuhkan juga harus berukuran besar dan apabila tanah ringan maka ukuran lubang yang di butuhkan juga relatife kecil. Sebelum menanam bibit maka dalam waktu 2 - 4 minggu, lubang tanah haruslah di beri campuran tanah gembur sebelumnya dan di beri pupuk organik sebanyak 20 kg. Kemudian bibit dapat di tanam dengan kedalaman sekitar 10 cm.

Berikutnya yang harus di lakukan pada budidaya kelapa hibrida yaitu pemeliharaan tanaman. Salah satu pengganggu yang dapat merusak tanaman adalah gulma terlebih pada tanaman pohon kelapa hibrida ini. Untuk itu pemeliharaan tanaman dengan cara membasmi gulma sangat di perlukan dalam waktu 2 bulan sekali dengan menggunakan ukuran radius 1 meter untuk tanaman pohon kelapa yang masih muda dan ukuran radius 2 meter untuk tanaman pohon kelapa yang sudah berusia dewasa. 

Pemupukan juga merupakan hal yang penting pada budidaya kelapa hibrida. Untuk pemeliharaan tanaman pohon kelapa ini hanya membutuhkan 2 kali pemupukan pada setiap tahunnya yaitu pada awal tanam dan pada akhir musim hujan saja. Untuk pupuk TSP di takar dalam jumlah 100 - 400 gr, Urea sebanyak 600 gr - 1 kg. Pupuk di berikan secara melingkar dengan menggunakan ukuran radius. Setelah semua tahap sudah selesai maka tinggal menunggu sampai tanaman pohon kelapa menghasilkan buah terbaiknya.

Jamur merang adalah salah satu jamur yang bisa di konsumsi dan peminat jamur ini pun tidak sedikit. Jamur ini bisa di masak dengan mie dan juga bisa dijadikan kuah. Pada umumnya, jamur ini banyak di budidayakan di daerah asia dan Indonesia termasuk salah satunya. Sesuai dengan namanya, jamur merang biasanya dibudidayakan pada merang atau jerami yang telah dijadikan kompos.

Budidaya jamur ini tergantung tidak sulit, panennya pun sudah bisa dilakukan terhadap tubuh buah yang belum sepenuhnya berkembang. Meski demikian tubuh jamur merang yang telah membuka payungnya juga masih bisa di konsumsi meski harganya akan cenderung lebih murah.

Pada tulisan kali ini, kita akan coba membahas cara budidaya jamur merang di dalam kardus. Pada umumnya jamur merang dibudidayakan pada merang ataupun jerami tetapi akhir-akhir ini penanaman jamur merang dilakukan di dalam kardus, hal ini dilakukan di wilayah perkotaan yang pada umumnya kesulitan mencari bahan baku merang dan lebih mudah mendapatkan kardus. Kardus juga mempunyai keunggulan lebih sebagai tempat pembudidayaan jamur merang, kelebihannya yaitu dengan hanya menyobek bagian kardus dan kemudian direndam dengan air kapur selama 5 hari, maka media kardus sudah siap dimasukkan ke dalam lumbung atau rak. Selain itu pembudidayaan jamur dengan kardus ini menghasilkan jamur yang lebih kenyal dan juga aroma yang lebih wangi dengan warna yang lebih putih.

Dan berikut adalah langkah-langkah dari memulai hingga memanen jamur merang. 

A. Persiapan Tempat Budidaya Jamur Merang

Yang pertama tentu saja pembuatan kumbungnya yang umumnya dibuat dari rangka bambu. Dinding juga bisa dibuat dari bambu atau bisa juga memakai plastik agar biayanya semakin murah sementara bagian atap bisa dibuat menggunakan rumbia. Ukuran kumbung yang paling ideal adalah 4 meter, panjang 6 meter, dan tinggi 3,5 meter dan di dalam lumbung tersebut dapat di isi 2 baris rak penanaman dengan panjang masing-masing rak 5 meter dengan lebar 80 cm dan juga terdiri dari 4-5 tingkat. Hal yang perlu di jaga di dalam kumbung yaitu temperatur suhunya yang berkisar 28-35 derajat celcius dan sebaiknya di pasang lampu agar bisa lebih menjaga suhunya.

B.Pembuatan Media Rak Dengan Ukuran 2 M2

Bahan yang digunakan adalah kardus dan juga ditambahkan dengan campuran-campuran lainnya, yaitu :

  • Pupuk NPK berfungsi sebagai unsur hara makro primer untuk merangsang pertumbuhan pada fase awal atau pertumbuhan vegetatif (misal : akar).
  • Petroganik
  • Dedak halus (makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur)
  • Kapur untuk menetralisasi kampus
  • Tepung beras ketan
  • Bonggol pisang (akar pohon pisang)
  • Limbah sayuran dari tanaman kubis, bungkol, pecsai, caisin dan kangkung (bisa diminta di pasar karena di buang)
  • Arah sekam, sebagai pelapis akhir media (untuk menstabilkan suhu tempat tumbuh jamur)
Komposisi bahan yang diperlukan dalam sebuah rak dengan ukuran 2 M2, yaitu :

  • Bibit 5 botol
  • Kardus 20kg
  • Dedak halus 5kg
  • Kapur 5kg
  • Aram sekam 25kg
  • Bonggol pisang batu 5kg (atau bisa juga buncis)
  • Limbah sayur 10 karung
  • Pupuk NPK ¼ kg
  • Petroganik 1 kg

Hal-hal yang perlu dilakukan terhadap kardus sebelum proses penanaman.

  • Sobek kardus hingga ukurannya 5-10 cm
  • Rendam kardus dengan larutan kapur (5kg kapur dalam air hingga semua kardus habis terendam)
  • Bak kolam berukuran 4x6 m yang dibuat dari terpal plastik
  • Taburkan pupuk NPK (1/4) dalam rendama
  • Biarkan hingga 5 hari
  • Potong-potong bonggol pisang dan limbah sayuran hingga menjadi potongan kecil
  • Hancurkan bibit jamur dari botol, kemudian campurkan dengan beras ketan

Penanaman jamur merang
Ketika media atau tempat budidaya telah selesai dipersiapkan maka langkah selanjutnya adalah penanaman jamur merang,yaitu :

  • Taburkan sisa kapur sebagai dasar media
  • Tuangkan media kardus yang sudah ditiriskan ke atas rak atau kumbung (bentuk medianya menjadi gundukan (30x30cm) dengan tinggi 10 cm ) dan tiap rak berjejer dua baris gundukan.
  • Taburkan setengah bagian campuran limbah sayuran dan juga bonggol 
  • Lapisi kembali gundukan dengan media kardus setinggi 10cm, kemudian taburkan sisa dedak, bonggol pisang dan sayuran. Media tanam terdiri dari dua lapisan media.
  • Lakukan parteurisasi untuk mensterilkan media dan ruangan dalam kumbung. Dengan memasukkan uap panas (dengan suhu 60-70 derajat Celcius) selalma 6-8 jam. Saat proses parteurisasi kumbung di tutup rapat.
  • Turunkan suhu sampai 30 derajat celcius dengan membuka jendela kumbung.
  • Tanam bibit jamur di media (2 botol /2m). Sebagian bibit dibenamkan dalam gundukan media. Sisanya ditaburkan merata di atas seluruh permukaan media.
  • Taburi dengan arang sekam yang sudah dicampur dengan air dan pupuk organik biogan.
  • Tutup rapat media yang sudah ditanami dengan plastik transparan.
Pemeliharaan jamur merang
Untuk menjaga jamur merang agar mendapatkan hasil yang optimal, ada beberapa cara yang harus dilakukan seperti berikut :

  • Suhu ruangan harus dijaga 28-35 derajat Celcius.
  • Pada hari kelima, pukul 00.00, buka plastik penutup media dan jendela kumbung, kemudian semprot dengan 10 liter air cucian beras yang dicampur dengan 10 tutup biogan dengan bantuan hand sprayer.
  • Setiap hari plastik dibuka selama 10 menit untuk menjaga sirkulasi udara dan atur supaya pada jam 07.00-11.00 sinar matahari dapat masuk ke lumbung.

Paskapanen
Jamur sudah dapat dipanen pada saat usia jamur 10-14 hari sejak penanaman. Panen dapat dilakukan setiap harinya sampai tananan berumur sabulan. Sebaiknya jamur merang dipanen sebelum mekar yaitu pada saat kancing masih dalam tahap stadium telur agar mendapatkan harga yang lebih baik.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur konsumsi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.


Cara Budidaya Jamur Tiram

Langkah awal yang perlu disiapkan


1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.


2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).


3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.


4. Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.


Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram


Peralatan : yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan : yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.


Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram


Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.


2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir.


3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.


4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic.


5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.


6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.


7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi


8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.


9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.